Pengamat Otomotif: Menyoal Mobil Listrik, Indonesia Bisa Belajar Dari Negara Lain!

by Yulian Lahardi

Pengamat Otomotif: Menyoal Mobil Listrik, Indonesia Bisa Belajar Dari Negara Lain!
Saat Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) lalu, pemerintah sudah memberikan sinyal dukungan terhadap mobil listrik. Lalu apa kata pengamat otomotif mengenai hal ini?

 

Pengamat industri otomotif Bebin Djuana menilai kemauan pemerintah untuk menggalakkan mobil listrik di Indonesia dengan 'gong' di tahun 2025, bisa dipandang sebagai hal yang positif. Apalagi bila dilihat dari semakin terbatasnya ketersediaan bahan bakar mesin.

Menurut Bebin, menyiapkan jaringan aftersales service untuk mobil listrik tidak serumit kendaraan berbahan bakar gasoline maupun solar. “Hal ini lantaran mobil listrik minim perawatan ketimbang mesin bensin atau solar,” jelas pria yang kerap didaulat sebagai pembicara di radio atau pengamat di media cetak ini.

Nah, seiring dengan langkah pemerintah tersebut, Bebin menyarankan agar pemerintah berkaca pada negara-negara yang sudah sukses menjalankan segala hal berkaitan dengan mobil listrik. Pasalnya, bukan saja infrastruktur dari persiapan mobil listrik itu yang harus terus dikejar, tetapi juga urusan perpajakan.

Maksud Bebin, pemerintah harus serius menggelontorkan insentif pajak untuk mobil listrik agar daya beli masyarakat tercapai. Alhasil, bila daya beli tercapai, otomatis banyak Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan yang berlomba-lomba menghadirkan mobil listrik di Tanah Air.

Bebin mengambil contoh Norwegia yang cukup cepat berbenah menghadirkan mobil listrik di negaranya. Sebut saja mulai dari pajak yang ringan agar masyarakat tertarik membeli mobil listrik, rencana parkir gratis, hingga biaya gratis ketika memasuki tol.

Siapkah Indonesia?