Honda HR-V 1.8 2015 : Ganti Aliran Akibat Bosan Bergaya Elegan

by bautenam

Honda HR-V 1.8 2015 : Ganti Aliran Akibat Bosan Bergaya Elegan
Awalnya gaya elegan dengan pelek besar dan air suspension, sekarang ganti aliran jadi street racing. Gara-gara penasaran ingin mengutak-atik mesin agar performanya meningkat.

 

Bautenam

Kalau sebelumnya Anda sudah baca modifikasi Mitsubishi All-New Pajero Sport milik Dimas Nurfiansyah, inilah wujud Honda HR-V milik Dimas yang sudah full modifikasi.

Tampil eye catching dengan bodywrap warna orange matte, pelek bronze, big brake kit, dan suara knalpot yang menyiratkan kecepatan. Padahal awalnya crossover ini tampil modis dengan pelek besar dan air suspension, “Saya penasaran pengin modif mesin HR-V,” ucap Dimas yang menjabat sebagai ketua umum HRV Devotee Indonesia ini.

Bautenam

Untuk mesin, pemasangan piggyback Dastek Unichip Q+, throttle control Free Power, dan busi iridium NGK Racing dipercaya bisa meningkatkan power mesin.

Agar 'nafas' lebih panjang, maka downpipe Kansai, resonator ORD, sampai knalpot Fujitsubo plus setel ulang klep juga dilakukan. “Jauh lebih kencang sekarang dibanding standarnya, gimana kalau pasang turbo atau supercharger ya...hahaha” gelak pria berkacamata ini. Untuk safey, Dimas juga mengganti rem depan dengan BBK buatan AP Racing.

Bautenam

Agar tampilannya makin keren, bodywrap warna orange satin premium pun langsung dilakukan. Kemudian penambahan bodykit campuran Modulo, Topline, dan Mugen dengan tambahan panel karbon jadi pilihan ayah satu anak ini.

Sementara di interior, jok Recaro SR5 sudah terpasang rapi berikut panel karbon di beberapa bagian dan audio SQL di kabin belakang. Seain headuni Pioneer, speaker depan belakang 3way Flux BC361, power Flux FS804, power Flux FS1000 D monoblock, dan subwoofer Flux Nex 12 inci 2 pieces jadi andaan Dimas unuk audio.

Bautenam

Bautenam

Untuk pelek, Dimas memilih Volk Rays ZE40 ukuran 18x9,5+10,5 inci dengan ban Toyo T1R 245/45R18 depan dan 275/40R18 belakang dengan dukungan coilover Tein dan EDFC agar lebih stabil di kecepatan tinggi. "Gaya street racing begini ternyata oke juga ya!" seru Dimas.