Mercedes-Benz CLK 230 Kompressor 1999 : Berbeda Gaya Berbeda Selera

by bautenam

Mercedes-Benz CLK 230 Kompressor 1999 : Berbeda Gaya Berbeda Selera
Tidak sekadar mengganti peranti suspensi, transmisi juga menggunakan AMG agar rasionya semakin rapat. Sementera di mesin malah justru boleh dibilang tak ada ubahan yang banyak.

 

Azka Yuqatamma biasanya akrab terlihat dengan Mitsubishi All-New Pajero Sport miliknya yang sudah dimodifikasi, tapi rupanya ia punya mainan lain yang buka SUV. "Sudah dua tahun belakangan saya pakai Mercy CLK nih!" seru Azka, sapaan akrabnya. 

 

Ternyata pria berkacamata ini masih terobsesi memodifikasi mobil selain SUV. "Tapi gaya modifikasinya gaya saya sendiri...hehehe," kekehnya.
 
Yang pertama ia ganti adalah peleknya, "Sekarang pakai MAE by OZ 18x9,5+11,5 inci, sebelumnya pakai OZ Futura," ucap Azka. Bannya pakai Accelera 205/40R18 depan dan Sailun 255/35R18 belakang. Cakep!

Kemudian untuk suspensi Azka enggak mau repot, "Pernah pakai per custom malah enggak bisa pulang, akhirnya ganti airsus...hahaha," gelak pria 24 tahun ini. Air suspension YM Airperformance dua titik jadi pilihan Azka, sementara sokbrekernya pakai standar Mercy C36 AMG W202. "Lebih keras jadi enggak terlalu ngayun," jelas Azka. 

Setelah itu Azka pasang add-on Brabus di bumper depan belakang dan tailpipe Brabus juga. "Kelihatan lebih elegan ya? Hehehe," kekehnya. Sementara rear roof spoiler beli dari Belanda melalui online. O ya, di bumper depan dipasang sidemarker W208 versi USDM. 

Nah, Azka juga mengganti jeroan transmisi dengan jeroan AMG, "Saya lupa yang AMG tipe apa," sebutnya. Jadi sekarang perpindahan transmisi lebih close, "Apalagi kalau masuk mode Sport, makin enak...hahaha," tawanya. Sementara mesinnya cuma remap ECU dan Sprint Booster untuk meningkatkan akselerasi mesin. 

Benar-benar selera yang beda tapi mantap!