Toyota 86 : Semua yang Melekat, Pertama Digunakan di Indonesia

by bautenam

Toyota 86 : Semua yang Melekat, Pertama Digunakan di Indonesia
Mobil ini merupakan yang pertama dipasarkan oleh PT Toyota Astra Motor. Tak hanya itu, modifikasi yang melekat harus pertama kali digunakan di Indonesia.

 

Pemilik Toyota 86 ini adalah Dr. Lukman Aryadi, selain ia seorang yang perfeksionis ia juga pecinta modifikasi. Lukman hanya mau jadi yang pertama dalam memodifikasi mobilnya ini. 
"Awalnya karena Toyota 86 saya ini adalah unit pertama yang didatangkan oleh APM Toyota di Indonesia, akhirnya saya terobsesi untuk jadi serba yang pertama dalam hal modifikasi mobil ini," ujar Lukman. 

Dari pilihan bodykit saja Lukman tidak mau sama seperti pemilik Toyota 86 lainnya. "Saya pilih Aimgain X Stancenation GT Ver. 2, build quality bagus, tidak mainstream, dan tidak ada copynya sampai saat ini," tukas ayah 1 anak ini. 

Sebelum memasang bodykit yang terdiri dari 12 pieces ini, ia mengganti bumper depan dengan 86 tahun 2017, "Jadi tampang depannya juga beda," ucapnya. Selain itu, "Kalau beli Aimgain dapat sepatbor depan baru lagi sepasang, jadi yang asli bawaan mobil bisa disimpan," jelas Lukman. Harga bodykit ini sekitar Rp 60 jutaan.

Untuk suspensi, Lukman juga menggunakan Air Cup Suspension Stanceparts. "Bedanya dengan Air Suspension adalah Air Cup Suspension tidak pakai balon, tapi pakai cup yang terbuat dari aluminium. Kelebihannya ayunan suspensinya lebh mantap dan tidak perlu takut balon sobek, selain itu harganya lebih terjangkau," ujar Lukman yang juga menjual produk ini.

Kelebihan lainnya Air Cup ini bisa pakai coilover yang sudah terpasang dimobil, "Jadi kalau sudah pakai coilover bisa dipakai di Air Cup ini kalau sesuai speknya," jelasnya. 
Kekurangannya, "Air Cup tidak bisa sependek atau setinggi airsus, jadi normal aja," bilang pemukim di Kelapa Gading, Jakut, ini. Harganya untuk 2 titik Rp 20 juta, sedangkan yang 4 titik Rp 25 juta. 

Selesai dengan suspensi, ia beralih ke pelek. "Pelek Work Meister L1 18x10+11 inci PCD 5x100 ini adalah yang pertama terpasang di 86," jelas Lukman. Bannya pakai Hankook Ventus S1 ukuran 255/35R18 depan dan 285/35R18 belakang. Untuk meningkatkan faktor keselamatan, rem diganti dengan BBK AP Racing Brake CP9200 330mm 4pot berikut Goodridge Stainless Brake Line agar lebih maksimal pengeremannya. 

Untuk modifikasi mesinnya, Lukman memasang turbo sebagai pendongkrak tenaga mesin. "Semua pakai produk AVO, mulai dari turbo stage 2+, intercooler, unequal length header, over pipe, sampai Ecutel Reflash ECU stage 2+ oleh AVO Jepang," ujar Lukman lagi. Agar pasokan bensin lebih deras, maka injektor juga diganti dengan Deatsch Werks berkapasitas 900 cc dan fuel pump pakai DW65C.

Berapa HP nih sekarang? "Belum sempat di dyno nih!" tuturnya. 

Terakhir di interior, Lukman lebih banyak berkonsentrasi menambah panel karbon. "Saya pakai produk ART untuk panel karbonnya, mulai dari setir, panel dasbor, panel handle pintu dalam, juga panel transmisi," sebutnya. Untuk shiftknob pakai ARC titanium. Kemudian untuk audio pakai headunit Kenwood DDX749WBT, Focal 3 way speaker, dan Pioneer Active Subwoofer.

"Enggak terlalu konsen di audio, suara mesinnya lebih enak didengar soalnya...hahaha," ujarnya sambil tertawa.