Volkswagen Polo 1.4 : Bikin Batal Pensiun

by bautenam

Volkswagen Polo 1.4 : Bikin Batal Pensiun
Berniat tak lagi memodifikasi mobil, namun perlu unit display buat usaha jual air suspension. Rencana 'pensiun' pun batal.

"Gue sudah mau pensiun modif mobil tadinya, tapi karena sekarang punya usaha jual air suspension dan kaki-kaki...jadi gue perlu mobil display buat calon customer," ujar Audi Daniel Wajong, pemilik VW Polo ceper ini.

Akhirnya mobil ini pun jadi seperti yang terlihat di foto ini. "Dari cuma ganti pelek Speedline Corse aja dan pendekin kaki-kaki, akhirnya pasang airsus dan ganti pelek Corvette Saw Blade 17 inci sampai jadi seperti sekarang...hahaha," gelak Audi, sapaan akrabnya.

Berlanjut VW Polo ini pun ganti warna karena sudah diacak-acak spakbornya. "Awalnya mau ganti warna hijau metalik Jeep Wrangler TJ atau British Racing Green BMW, tapi oleh Dimas Auto 39 dikasih warna Alpina Green terbaru dari Glassurit...langsung sikat! Hahaha," gelaknya.

Menurut Audi, cat ini ada colour shiftingnya. "Kalau panas terik siang seperti ada efek kebiruannya, kalau sore kaya ada efek orangenya. Tapi bukan candy atau bunglon ya," tegas Audi.

Suspensi dengan posisi tertinggi
Suspensi rebah cukup rendah

"Pertama kali pasang airsus Airgen 2 titik mobil ini enggak bisa terlalu kandas. Cuma turun 3 jari dari standar, masih jauh," keluh Audi. Akhirnya as sokbreker asli diganti dengan kepunyaan Suzuki Carry, "Bisa turun 1 jari lagi," bisiknya.

Belum puas, "Link stabilizer gue custom lagi biar pendeknya bisa sama kiri kanan dan gak mentok ke as roda, sekaligus papas apron dalam supaya gak mentok pas lagi kandas," tukas Audi. Untuk belakang, "Sokbreker asli ganti pake punya Mercy Tiger yang lebih pendek, lalu papas apron bagian dalam supaya gak mentok ke pipa knalpot dan selang bensin," ujar pria 29 tahun ini.

Untuk pelek, OZ Futura ukuran 17 inci dengan lebar 9,5+10,5 inci jadi pilihan Audi. Konsekuensi pelek selebar ini di sepatbor Polo yang kecil berakibat seluruh sepatbor harus diradius dan di widebody natural. "Depan radius 3,5 jari dan belakang 2,5 jari, widebody depan 1 jari dan belakang 2 jari," bisik ayah 2 anak ini.

Soal radius sepatbor belakang, "Kalau ditinggiin sepatbor belakang aneh ngelihatnya, itu karena gue maunya pas airsus lagi di 0 psi ban posisinya tetap di tengah...kalau pas ditinggiin pasti aneh deh lihatnya, hahaha," gelak Audi.

Suspensi sudah ceper maksimal, ternyata dilihat dari depan masih ada rongga antara ujung bumper dengan jalanan. Audi pun minta dibuatkan add-on custom dan sideskirt custom juga ditambahkan agar makin kelihatan kandas. 

Untuk audio sebenarnya Audi enggak kepikiran awalnya, "Ada teman yang pengin ikutan kontes audio, akhirnya minjem mobil gue ini...hehehe," kekehnya. Hanya ganti speaker 2way Tensfox, power 4 channel DB drive dan power monoblock DB drive untuk subwoofer 10 inci DB drive di kabin belakang.


Spesifikasi :
Pelek dan kaki-kaki :
Pelek OZ Futura 17x9,5+10,5 inci, Toyo DRB 205/45R17 depan dan Accelera Phi 215/45R17, airsus Airgen 2 titik, sokbreker Mercy Tiger, link stabilizer custom
Eksterior :
Repaint Alpina Green, widebody+radius, add-on depan, sideskirt
Interior dan audio :
Speaker 2way Tensfox, power 4 channel dan monoblock DB Drive, subwoofer 10 inco DB Drive