Modifikasi: BMW 323i E36 1996 ala M3

by Aditya Widiutomo

Modifikasi: BMW 323i E36 1996 ala M3
Mengambil aliran performance, M Reyhan merombak BMW 323i E36 miliknya ala BMW M3. Intip jeroannya, yuk!

 

Kalau digolongkan sebagai penggemar BMW, Reyhan Wijaya boleh dibilang sudah khatam. Bayangkan, ia sudah gonta-ganti BMW sampai 3 kali dan semuanya tipe E36! Menyukai modifikasi performa, pemuda yang akrab disapa Rehyan jelas tak puas dengan kondisi standar. Kedua E36 sebelumnya memang dioprek, namun kali ini ia bermain cukup ekstrem dengan BMW 323i E36 keluaran 1996 miliknya. Sebagai BMW enthusiast, Reyhan mengambil acuan racikan M-Technic, yaitu BMW M3. Perombakan menyeluruh mulai dari eksterior, interior, mesin, sampai  kaki kaki, semua bertema performa

Sebelum mengaplikasi tampilan khas M3, warna biru tua yang sebelumnya melapis mobil ini dikerok, lalu diganti menjadi abu-abu metallic. “Ini warna aslinya BMW E46 M3, namanya arctic grey,” kata pemukim daerah BSD ini. "Karena mobil ini basicnya bukan E36 yang limited edition, gue mengganti bodykitnya dengan versi M-Technic agar lebih terlihat keren khas M3." 

Buat yang doyan Bimmer, pasti tahu kalau E36 limited edition punya body kit yang sama dengan M3. Beda tampilan luar, hanya di sayap belakang dan pelek bawaannya. Melengkapi tampilan luar, Reyhan pun menyiapkan sayap belakang. Tetapi bukan original M3, ia lebih suka mengaplikasikan Hamann M3 spoiler 2steps. “Yang ini asli Hamann berbahan plastik, agak susah nyarinya karena biasanya barangnya dari luar negeri.” cetus pria kelahrian 1993 ini. Tak lupa juga, ia menambahkan OEM BMW stage 1 front bumper splitter, license plate delete, dan OMP Tow Strap pada bumper bagian depan sebagai aksesoris pelengkap.

Tampilan sudah kental dengan performa, tentu nggak klop kalau tarikan masih lemas. Makanya Reyhan tidak tanggung-tanggung  memodifikasi dapur pacu BMW ini. Memang tidak memakai mesin M3, tapi ada cara lain agar mesin bawaan standar 323i ini lebih bertenaga. Mesin yang semula berkapasitas 2.500 cc distroke-up menjadi 3.000 cc menggunakan kruk as, stang piston, dan piston dari mesin BMW seri M54B30, milik 330i E46 atau 530i E39. Trik ini cukup unik, karena nomor mesin tetap original, diameter silinder pun tetap. Pasalnya, mesin asli M52B25 milik 323i E36 punya blok identik dengan M54B30. Kruk as dan setang piston pengganti dengan langkah yang lebih panjang pun spontan menambah kapasitas, dan tentunya performa.  

Mengimbangi naiknya kapasitas mesin, intake standar juga diganti mengunakan milik mesin BMW M50B25. Dimensinya lebih besar, intake port juga lebih lebar, sehingga asupan angin masuk lebih banyak. Karena sudah menaikkan kapasitas mesin dan asupan angin masuk lebih banyak, suplai bensin juga perlu ditambah. Solusinya, menukar injektor standar dengan 'pink injector' bawaan mesin M52B28. Injektor ini mampu mengucurkan bensin 250 cc/min, lebih banyak dari injektor standarnya hanya 154 cc/min.

Setelah internal mesin, intake, dan fuel system, bagian terakhir yang diubah adalah bagian exhaust. Header standarnya diganti dengan peranti orisinal mesin BMW M3. Header M3 ini sifatnya plug & play, sama sekali tidak ada ubahan baut pada kepala silinder. Header M3 kemudian disandingkan dengan pipa knalpot, catback, dan muffler custom. Komposisi ini diyakini mampu mengekstrak tenaga mesin dengan baik. 

Tenaga mesin sudah naik, perlu penyaluran maksimal. Gardan pun turut diupgrade dengan LSD (Limited Slip Differential) bawaan M3 E36. Tetapi transmisi dan kopling masih mengandalkan bawaan standarnya karena dinilai masih mampu melayani buasnya mesin. Sayangnya, dari semua modifikasi tersebut, Reyhan belum sempat melakukan dyno test pada tunggangannya. "Biasanya sih yang udah modif begini, horsepower naik dari 170 dk jadi 240 dk," kilah Reyhan yang mengaku tarikan kini kian ganas. 

Maka, kaki kaki pun perlu lebih mumpuni. Reyhan tidak main-main pada bagian ini. Agar mendapatkan handling yang lebih baik, suspensi standar diganti dengan coilover shock TA Technix, baik depan maupun belakang. Meski tak punya setelan damping dan rebound, suspensi ini memungkinkan penyetelan ride height. Roda pun bisa disetel mepet dengan bibir fender. Menariknya, Reyhan memilih pelek buatan Jepang untuk sedan Bavaria ini. Lingkar roda yang dipilih, Enkei NT-03 Competition 17 inci lebar belang, 8 inci depan dan 9 inci di belakang. Pelek kompetisi ini dibalut dengan ban Toyo Proxes R1r dengan dimensi 225/45/R17 pada bagian depan dan 235/45/R17 di belakang.

Aura performa pun merambah ruang kabin. Ubahan terasa maksimal, karena rasanya seperti naik ke sebuah BMW M3 sungguhan. Bagaimana tidak, hampir semua opsi interior, Reyhan sudah menggantinya dengan peranti orisinal bawaan M3 E36. Mulai dari spidometer M3 SMG transmission, setir M3, On Board Computer (OBC) 18 Button, interior lamp M3, sampai black interior headlining asli milik M3. Kian optimal dengan aplikasi armrest bawaan BMW 325i, dan cupholder original accessories BMW. Komplet sudah! (carmoto.id)

 

Data Modifikasi:

Repaint Arctic Grey, Stroked up 3000cc, LSD 3.15 ratio differential, pink injector, M50B25 intake manifold, E36 M3 header, TA Technix coilover, M-Technic full bodykit, Non twisted sideskirt, Mtechnic 1 front grille, Front bumper splitter, license plate delete BMW, Original Hamann M3 spoiler 2steps, Original E36 323i fabric sport seat, OBC 18 buttons, OEM BMW Motorsport handle, OEM E36 Cupholder, OEM E36 Arm rest, OEM Becker tape with CD changer, OEM Z3 short shifter, Black interior headlining M3, Black interior light M3, M3 SMG Speedometer, M3 steering wheel, Enkei NT03 8+9 17" et 30-35, Toyo R1R 225/45 17" & 235/45 17".